Museum Petilasan Mbah Maridjan: Sejarah, Lokasi, dan Daya Tarik Wisata 2026

Museum Petilasan Mbah Maridjan merupakan destinasi bersejarah dalam Lava Tour Merapi. Kenali kisah Mbah Maridjan, lokasi, koleksi, jam operasional, dan tips berkunjung secara lengkap.

Randy Wahyu Riyanda

7/23/20267 min baca

Bangunan Museum Petilasan Mbah Maridjan yang menjadi saksi erupsi Gunung Merapi 2010
Bangunan Museum Petilasan Mbah Maridjan yang menjadi saksi erupsi Gunung Merapi 2010

Apa Itu Museum Petilasan Mbah Maridjan?

Museum Petilasan Mbah Maridjan merupakan salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi yang paling terkenal di kawasan lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat ini menjadi saksi bisu peristiwa erupsi dahsyat Gunung Merapi tahun 2010 sekaligus mengenang sosok Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi yang dikenal karena dedikasi dan pengabdiannya. Museum ini merupakan bekas rumah tempat tinggal Mbah Maridjan yang rusak akibat awan panas saat erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010. Alih-alih direnovasi seperti semula, rumah tersebut dipertahankan sebagai petilasan dan dijadikan museum sederhana agar masyarakat dapat mengenang sejarah, perjuangan, serta pengabdian Mbah Maridjan kepada Gunung Merapi.

Kini, Museum Petilasan Mbah Maridjan menjadi salah satu destinasi wajib dalam paket Lava Tour Merapi. Ribuan wisatawan datang setiap tahun untuk melihat langsung sisa-sisa bangunan, barang pribadi Mbah Maridjan, dan memahami kisah yang menjadi bagian penting dari sejarah Merapi.

Sejarah Museum Petilasan Mbah Maridjan

Museum Petilasan Mbah Maridjan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa erupsi Gunung Merapi tahun 2010, salah satu letusan terbesar dalam sejarah Merapi modern. Pada tanggal 26 Oktober 2010, Gunung Merapi mengalami erupsi besar yang mengeluarkan awan panas, material vulkanik, dan lahar dengan suhu sangat tinggi. Erupsi tersebut menyebabkan kerusakan besar di berbagai desa yang berada di lereng Merapi. Mbah Maridjan, yang saat itu menjabat sebagai Juru Kunci Gunung Merapi, tetap berada di kediamannya hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia akibat awan panas. Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat Indonesia bahkan dunia internasional karena menunjukkan dedikasi beliau terhadap amanah yang diembannya. Untuk mengenang jasa dan pengabdiannya, rumah Mbah Maridjan kemudian dijadikan Museum Petilasan Mbah Maridjan, sehingga generasi berikutnya dapat memahami sejarah erupsi Merapi sekaligus mengenal sosok yang begitu dihormati masyarakat.

Siapakah Mbah Maridjan?

Nama lengkap Mbah Maridjan adalah Mas Penewu Surakso Hargo. Beliau dikenal sebagai Juru Kunci Gunung Merapi yang ditunjuk oleh Keraton Yogyakarta untuk menjalankan tugas menjaga situs-situs spiritual di kawasan Merapi serta melestarikan tradisi yang berkaitan dengan gunung tersebut. Masyarakat mengenalnya sebagai sosok yang sederhana, rendah hati, disiplin, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap tugasnya. Berkat sikap dan pengabdiannya, Mbah Maridjan menjadi salah satu tokoh yang paling dihormati oleh warga lereng Gunung Merapi. Hingga kini, nama Mbah Maridjan masih dikenang sebagai simbol kesetiaan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap budaya serta alam Merapi.

Koleksi yang Dapat Dilihat di Museum Petilasan Mbah Maridjan

Museum ini menyimpan berbagai peninggalan yang berkaitan dengan kehidupan Mbah Maridjan dan peristiwa erupsi Merapi tahun 2010. Beberapa koleksi yang dapat dilihat antara lain:

  1. Barang Pribadi Mbah Maridjan: Pengunjung dapat melihat berbagai barang peninggalan seperti: Tempat tidur, Peralatan rumah tangga, Perlengkapan sehari-hari, danPerabot rumah yang rusak akibat erupsi. Seluruh barang tersebut dipertahankan sebagai bagian dari sejarah.

  2. Sisa Bangunan Rumah: Sebagian struktur rumah masih dibiarkan seperti kondisi setelah diterjang awan panas. Bangunan yang rusak menjadi bukti nyata dahsyatnya letusan Gunung Merapi pada tahun 2010.

  3. Foto Dokumentasi: Di beberapa sudut museum terdapat foto-foto yang memperlihatkan: Kehidupan Mbah Maridjan, Kondisi rumah sebelum erupsi, Dampak erupsi Merapi, Proses evakuasi masyarakat. Dokumentasi ini membantu pengunjung memahami kronologi peristiwa secara lebih utuh.

  4. Kisah Erupsi Merapi: Pemandu wisata biasanya turut menceritakan perjalanan hidup Mbah Maridjan, sejarah erupsi Merapi, dan bagaimana masyarakat sekitar bangkit setelah bencana. Cerita tersebut menjadi nilai edukasi yang membuat kunjungan ke museum terasa lebih bermakna.

  5. Nilai Edukasi Museum Petilasan Mbah Maridjan: Museum Petilasan Mbah Maridjan bukan hanya menjadi tempat mengenang sejarah, tetapi juga sarana pembelajaran mengenai: Sejarah erupsi Gunung Merapi, Mitigasi bencana alam, Kehidupan masyarakat lereng Merapi, Nilai pengabdian dan tanggung jawab, dan Pentingnya menjaga kelestarian alam dan budaya.

Karena memiliki nilai sejarah dan edukasi yang tinggi, museum ini sering menjadi tujuan kunjungan sekolah, mahasiswa, komunitas, hingga wisatawan mancanegara.

Lokasi Museum Petilasan Mbah Maridjan

Museum Petilasan Mbah Maridjan berada di Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya berada di jalur utama Lava Tour Merapi, sehingga hampir seluruh operator Jeep Merapi memasukkan destinasi ini ke dalam paket wisata mereka. Dari pusat Kota Yogyakarta, perjalanan menuju museum membutuhkan waktu sekitar 45–60 menit, tergantung kondisi lalu lintas.

Mengapa Museum Petilasan Mbah Maridjan Wajib Dikunjungi?

Ada banyak alasan mengapa destinasi ini menjadi salah satu ikon Lava Tour Merapi, di antaranya:

  1. Mengenal lebih dekat sosok Mbah Maridjan.

  2. Melihat langsung bekas rumah yang terdampak erupsi Merapi.

  3. Menambah wawasan tentang sejarah Gunung Merapi.

  4. Mendapatkan pengalaman wisata edukatif yang autentik.

  5. Menjadi salah satu spot favorit dalam perjalanan Jeep Merapi.

  6. Mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Baca Juga: Sejarah Letusan Gunung Merapi: Menyusuri Jejak dengan Jeep Lava Tour

Barang peninggalan Mbah Maridjan yang dipamerkan di Museum Petilasan Mbah Maridjan
Barang peninggalan Mbah Maridjan yang dipamerkan di Museum Petilasan Mbah Maridjan

Daya Tarik Museum Petilasan Mbah Maridjan

Museum Petilasan Mbah Maridjan bukan sekadar tempat untuk melihat bangunan yang tersisa setelah erupsi Gunung Merapi. Destinasi ini menawarkan pengalaman wisata yang memadukan nilai sejarah, edukasi, budaya, dan keindahan alam dalam satu kunjungan. Bagi wisatawan yang mengikuti Lava Tour Merapi, museum ini menjadi salah satu pemberhentian paling berkesan karena menghadirkan cerita nyata tentang kehidupan masyarakat lereng Merapi sebelum dan sesudah bencana.

Berikut beberapa daya tarik utama yang membuat Museum Petilasan Mbah Maridjan layak masuk dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi.

  1. Mengenang Sosok Mbah Maridjan

    Daya tarik utama museum ini adalah kisah hidup Mbah Maridjan, sosok yang dikenal luas sebagai Juru Kunci Gunung Merapi.Di lokasi ini, wisatawan dapat mengenal lebih dekat perjalanan hidup beliau melalui berbagai cerita yang disampaikan oleh pemandu maupun masyarakat sekitar. Pengunjung akan memahami bagaimana Mbah Maridjan menjalankan amanah dari Keraton Yogyakarta dan menjadi figur yang dihormati karena kesederhanaan, keteguhan, serta pengabdiannya kepada masyarakat.Berkunjung ke museum ini memberikan sudut pandang baru bahwa Lava Tour Merapi bukan hanya wisata petualangan, tetapi juga perjalanan untuk memahami sejarah dan budaya lokal.

  2. Melihat Langsung Bekas Rumah Mbah Maridjan

    Bangunan yang kini menjadi Museum Petilasan Mbah Maridjan merupakan rumah asli yang terdampak erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Sebagian struktur bangunan masih dipertahankan seperti kondisi pasca-erupsi. Dinding yang rusak, bagian rumah yang hancur, dan sisa-sisa material menjadi bukti nyata dahsyatnya letusan Gunung Merapi. Melihat langsung lokasi ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan hanya membaca kisah erupsi melalui buku atau media.

  3. Koleksi Peninggalan yang Autentik

    Di dalam museum, pengunjung dapat melihat berbagai barang peninggalan yang masih tersimpan hingga sekarang, seperti: Perabot rumah tangga, Peralatan dapur, Perlengkapan sehari-hari, Sepeda motor yang rusak akibat awan panas, Foto-foto dokumentasi erupsi Merapi, dan Barang pribadi Mbah Maridjan.

    Setiap koleksi memiliki cerita tersendiri yang menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat berubah dalam hitungan menit akibat letusan Gunung Merapi. Keaslian koleksi inilah yang membuat museum memiliki nilai sejarah tinggi.

  4. Menjadi Wisata Edukasi Kebencanaan

    Selain menjadi destinasi wisata, Museum Petilasan Mbah Maridjan juga berfungsi sebagai sarana edukasi mengenai mitigasi bencana. Pengunjung dapat mempelajari: Proses terjadinya erupsi Gunung Merapi, Dampak awan panas terhadap permukiman warga, Pentingnya sistem peringatan dini, Proses evakuasi masyarakat, dan Upaya pemulihan pasca-bencana. Materi tersebut sangat bermanfaat bagi pelajar, mahasiswa, komunitas, maupun wisatawan yang ingin memahami karakter salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.

Jam Operasional Museum Petilasan Mbah Maridjan

Museum Petilasan Mbah Maridjan umumnya buka setiap hari mengikuti aktivitas wisata Lava Tour Merapi. Jam operasional yang umum adalah:

  • Senin – Minggu

  • Pukul 08.00 – 16.30 WIB

Namun, pada musim liburan atau kondisi cuaca tertentu, jam kunjungan dapat menyesuaikan dengan kebijakan pengelola dan operator Jeep. Karena itu, wisatawan disarankan melakukan konfirmasi terlebih dahulu apabila datang secara rombongan.

Harga Tiket Masuk Museum Petilasan Mbah Maridjan

Salah satu kelebihan destinasi ini adalah biaya kunjungannya yang sangat terjangkau. Pada umumnya, Museum Petilasan Mbah Maridjan termasuk dalam rute paket Lava Tour Merapi, sehingga wisatawan tidak perlu membeli tiket terpisah apabila menggunakan jasa Jeep. Apabila berkunjung secara mandiri, pengunjung biasanya hanya dikenakan biaya donasi atau tiket masuk sesuai ketentuan pengelola setempat. Biaya tersebut digunakan untuk membantu perawatan kawasan museum dan mendukung kegiatan masyarakat sekitar.

Cara Menuju Museum Petilasan Mbah Maridjan

Museum ini berada di kawasan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Beberapa pilihan transportasi menuju lokasi antara lain:

  1. Menggunakan Kendaraan Pribadi: Wisatawan dapat menuju kawasan Kaliurang melalui Jalan Kaliurang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju basecamp Jeep Merapi. Dari basecamp, perjalanan menuju museum biasanya menggunakan Jeep karena jalur berupa jalan berbatu dan medan vulkanik.

  2. Menggunakan Paket Lava Tour Merapi:  Pilihan paling praktis adalah menggunakan paket Lava Tour Merapi. Selain lebih aman, wisatawan juga akan mendapatkan pemandu lokal yang menjelaskan sejarah setiap destinasi yang dikunjungi. Sebagian besar operator menyediakan beberapa pilihan paket, mulai dari Short Trip, Medium Trip, hingga Long Trip, yang memasukkan Museum Petilasan Mbah Maridjan sebagai salah satu pemberhentian utama.

Museum Petilasan Mbah Maridjan dalam Paket Jeep Merapi

Hampir semua operator Lava Tour Merapi memasukkan museum ini ke dalam rute perjalanan karena lokasinya berada di jalur wisata utama. Biasanya museum dikunjungi bersama destinasi lain seperti:

  1. Bunker Kaliadem.

  2. Batu Alien.

  3. The Lost World Castle.

  4. Kali Kuning.

  5. Spot Offroad Sungai.

  6. Museum Sisa Hartaku (tergantung paket).

Kombinasi destinasi tersebut memberikan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari sejarah, edukasi, panorama alam, hingga sensasi offroad menggunakan Jeep 4x4.

Tips Berkunjung ke Museum Petilasan Mbah Maridjan

Agar kunjungan lebih nyaman, perhatikan beberapa tips berikut.

  1. Gunakan Pakaian yang Nyaman: Karena berada di kawasan lereng Merapi, gunakan pakaian yang ringan dan mudah menyerap keringat.

  2. Gunakan Sepatu Tertutup: Area sekitar museum memiliki permukaan berbatu dan berpasir, sehingga sepatu tertutup lebih nyaman digunakan.

  3. Siapkan Kamera: Museum memiliki banyak sudut menarik yang dapat dijadikan dokumentasi. Pastikan kamera atau ponsel memiliki baterai yang cukup.

  4. Hormati Aturan yang Berlaku: Museum merupakan tempat yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Jagalah sikap, hindari menyentuh koleksi tanpa izin, dan ikuti arahan dari pengelola maupun pemandu wisata.

  5. Datang pada Pagi Hari: Pagi hari menjadi waktu terbaik untuk berkunjung karena cuaca lebih sejuk, pencahayaan lebih baik untuk fotografi, dan kawasan wisata belum terlalu ramai.

Waktu Terbaik Mengunjungi Museum Petilasan Mbah Maridjan

Museum dapat dikunjungi sepanjang tahun. Namun, beberapa waktu berikut dianggap paling ideal:

  • Musim kemarau (Mei–September) karena cuaca cenderung cerah dan panorama Gunung Merapi lebih jelas.

  • Pagi hari (08.00–10.00 WIB) untuk menikmati udara yang masih sejuk.

  • Hari kerja (Senin–Jumat) jika ingin suasana yang lebih tenang dibanding akhir pekan.

Dengan memilih waktu yang tepat, Anda dapat menikmati museum dengan lebih nyaman sekaligus memperoleh pengalaman yang lebih maksimal.

Baca Juga: Lava Tour Merapi: Wisata Jeep Seru & Edukatif di Yogyakarta

Pemandu menjelaskan sejarah Mbah Maridjan kepada wisatawan di museum
Pemandu menjelaskan sejarah Mbah Maridjan kepada wisatawan di museum

Kesimpulan

Museum Petilasan Mbah Maridjan bukan sekadar destinasi wisata dalam rangkaian Lava Tour Merapi, tetapi juga tempat yang menyimpan nilai sejarah, budaya, dan edukasi yang sangat penting. Di lokasi inilah pengunjung dapat melihat langsung bekas rumah Mbah Maridjan, berbagai peninggalan yang selamat dari erupsi Gunung Merapi tahun 2010, serta memahami kisah pengabdian seorang juru kunci yang telah menjadi bagian dari sejarah Merapi. Berkunjung ke museum ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan objek wisata lainnya. Selain menikmati panorama lereng Gunung Merapi, wisatawan juga diajak mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat sekitar, memahami dampak letusan gunung berapi, serta belajar mengenai pentingnya mitigasi bencana. Jika Anda berencana mengikuti Lava Tour Merapi, pastikan Museum Petilasan Mbah Maridjan masuk dalam daftar destinasi yang dikunjungi. Perjalanan akan terasa lebih lengkap karena tidak hanya menawarkan petualangan offroad, tetapi juga pengalaman wisata yang penuh makna.

Baca Juga: Jeep Merapi: Panduan Lengkap untuk Pemula, Harga, Rute, Paket, dan Tips Wisata Terbaru 2026

Booking Jeep Merapi Sekarang

Ingin menikmati petualangan seru menjelajahi lereng Gunung Merapi dengan harga terbaik?

Hubungi Admin Jeep Merapi melalui WhatsApp:

📱 WhatsApp: 0813-8524-4039

Keuntungan booking bersama kami:

  • ✅ Harga transparan tanpa biaya tersembunyi.

  • ✅ Pilihan paket Short, Medium, Long, dan Sunrise.

  • ✅ Driver lokal berpengalaman.

  • ✅ Reservasi mudah dengan DP hanya Rp100.000.

  • ✅ Pelunasan dilakukan saat tiba di basecamp.

  • ✅ Cocok untuk keluarga, pasangan, komunitas, hingga rombongan perusahaan.

Baca Artikel & Berita Menarik Lainnya

Email : jeeplavatourmerapi.official@gmail.com

Whatsapp:
+6285291011979

LOGO MERAPI JEEP LAVA TOUR
LOGO MERAPI JEEP LAVA TOUR

© Sinergy Creative 2025